Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Jika Kaki Membengkak Selama Hamil

Ada banyak perubahan secara fisik yang dialami oleh ibu selama masa kehamilannya, salah satunya ialah mengalami kaki bengkak saat hamil.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Jangan Panik Jika Kaki Membengkak Selama Hamil

Ada banyak perubahan secara fisik yang dialami oleh ibu selama masa kehamilannya, salah satunya ialah mengalami kaki bengkak saat hamil. Kondisi ini memang bisa membuat ibu hamil tidak nyaman, tak jarang beberapa barang seperti sepatu menjadi tidak muat kembali. 

Pembengkakkan kaki atau yang bisa disebut juga dengan edema ini merupakan bagian normal dari kehamilan karena adanya tambahan cairan.

Selama Mama hamil, tubuh bisa memproduksi 50% lebih banyak cairan tubuh untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sedang berkembang. Maka wajar saja bila Mama mengalami edema di tangan, wajah, khususnya area kaki.

Tambahan cairan ini juga diketahui berkontribusi sebesar 25% dari kenaikan berat badan selama kehamilan. Selain bermanfaat untuk bayi, retensi cairan bisa membantu mempersiapkan sendi dan jaringan panggul untuk persalinan kelak.

Kapan kaki bengkak saat hamil biasanya terjadi?

Pada trimester pertama biasanya hormon akan meningkat lebih pesat sehingga bisa memperlambat sistem pencernaan. Di usia kehamilan ini biasa Mama akan mengalami bengkak pada beberapa area misalnya di tangan, kaki, maupun wajah. Namun biasanya bengkak yang terjadi tidak terlalu terlihat atau tidak terlalu banyak.

Saat memasuki trimester kedua, kaki umumnya akan terlihat lebih bengkak dibandingkan sebelumnya.

Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan volume darah dan cairan dalam tubuh. Kondisi hormonal pun turut menjadi salah satu penyebabnya.

Seiring berjalannya waktu, pada trimester ketiga pembengkakan bisa menjadi lebih parah dari trimester sebelumnya. Khususnya saat mendekati hari kelahiran, kaki bengkak saat hamil tua ini bisa semakin dirasakan, Ma.

Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh terus menerus memproduksi darah dan cairan. Rahim pun akan bertambah berat yang bisa memperlambat aliran darah dari kaki ke jantung, seiring dengan pertumbuhan bayi.

Penyebab lain edema pada ibu hamil

Selain karena faktor hormonal, produksi cairan, dan darah ada sejumlah faktor lain yang bisa meningkatkan risiko edema di kaki. Beberapa hal tersebut antara lain :

  • Ibu hamil tidak mengonsumsi cukup air

  • Sering berdiri dalam waktu yang lama

  • Kondisi cuaca yang panas

  • Asupan kafein terlalu banyak

  • Ketidakseimbangan asupan zat gizi di dalam tubuh

  • Mengonsumsi natrium terlalu banyak

  • Asupan rendah kalium

Kapan Mama harus memeriksakannya ke dokter?

Kondisi edema ini normal saja terjadi selama kehamilan. Namun Jika Mama memang mengalami kondisi pembengkakan ini lebih awal, sebaiknya Mama wajib mewaspadainya khususnya bila diikuti dengan gejala lainnya seperti sakit kepala dan perdarahan.

Selain itu, Mama sebaiknya memerhatikan kondisi pembengkakan yang terjadi. Bila berlebihan dan tidak juga membaik sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Saat pembengkakan yang terjadi disertai dengan tekanan darah yang tinggi, kenaikan berat badan yang cepat, serta terdapat adanya protein dalam urin, bisa jadi preeklampsia dialami oleh ibu hamil.

Selain itu, kondisi kaki bengkak yang berbahaya juga bisa didiagnosis dari pembekuan darah atau deep vein thrombosissaat hamil. Umumnya, hal ini ditunjukkan dengan adanya pembengkakan yang hanya terjadi pada salah satu kaki atau pergelangan kaki.

7 cara mengatasi pembengkakan kaki saat hamil

Untuk membantu meringankan kondisi kaki bengkak ini, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa Mama lakukan, di antaranya:

1. Meregangkan kaki

Salah satu alasan ibu hamil mengalami bengkak ialah karena berdiri dalam waktu yang lama. Untuk mengatasinya, Mama bisa duduk dengan kaki yang diangkat atau meluruskan kaki untuk meregangkan betis. Mama pun bisa berbaring sambung sesekali mengangkat kaki untuk peregangan.

2. Berjalan di dalam kolam renang

Selain baik untuk melatih pernapasan, berenang pun rupanya bisa membantu mengatasi edema. Cobalah untuk berjalan perlahan di dalam kolam renang sambil berpegangan. Tekanan air diketahui bisa menekan jaringan di kaki sehingga membantu mengatasi pembengkakan, lho!

3. Gunakan pakaian longgar

Jaga kondisi tubuh untuk tetap nyaman dengan menggunakan pakaian yang longgar. Selain bisa membuat Mama merasa sejuk, pakaian yang ketat diketahui bisa membatasi aliran darah yang akan menambah pembengkakan.

4. Tetap aktif tapi tidak berlebihan

Cobalah untuk tetap membiasakan aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki ringan atau melakukan yoga hamil. Aktivitas yang tak berlebihan ini bisa membuat tubuh tetap bugar dan mengurangi edema.

5. Penuhi asupan cairan tubuh

Walaupun pembengkakan terjadi, bukan berarti Mama malah mengurangi asupan cairan. Justru mengonsumsi air putih minimal 2 liter per hari akan membantu Mama mengatasi hal ini.

6. Tidur menyamping

Pada kehamilan lanjut, tidur menyamping, kiri atau kanan membantu aliran darah kembali dari kaki. Yang dihindari adalah telentang dalam waktu lama di trimester ketiga. Anjuran "harus selalu kiri" tidak lagi dipakai secara kaku; bila Mama terbangun telentang, cukup berbalik menyamping lagi.

7. Pijat ringan

Usap-usap bagian kaki yang bengkak dengan tekanan yang lembut. Hal ini bisa meredakan nyeri yang disebabkan oleh pembengkakan. Namun, jangan memijat bagian yang bengkak dengan tekanan yang terlalu keras ya, Ma. Hal ini bisa memicu pembekuan darah hingga kontraksi dini yang berbahaya untuk janin di dalam kandungan.

Mengusap dengan tekanan lembut bisa Mama maksimalkan dengan minyak pijat.

Tertarik mencoba, Ma? Kalau sudah, silakan klik untuk ambil promonya! Diskon hingga 40% tanpa minimum pembelian!

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami