Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Sunscreen untuk Ibu Hamil: Mana yang Aman Dipakai?

Sunscreen wajib saat hamil untuk mencegah melasma. Pahami beda mineral dan chemical sunscreen, dan kenapa SPF harian lebih penting dari yang Mama kira.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Ibu hamil meratakan sunscreen yang masih tampak putih pada lengan bawah.

Mama tidak keluar rumah seharian, jadi sunscreen terasa berlebihan. Tapi meja kerjanya menghadap jendela.

UVA menembus kaca, dan UVA adalah sinar yang memicu melasma. Dari semua langkah perawatan kulit selama hamil, ini yang memberi hasil paling nyata, dan yang paling sering dilewatkan.

Kenapa sunscreen jadi lebih penting saat hamil

Estrogen dan progesteron merangsang melanosit, sel penghasil pigmen, bekerja lebih aktif. Kulit yang sudah dalam kondisi itu bereaksi jauh lebih kuat terhadap paparan matahari.

Hasilnya bisa berupa:

  • Melasma, bercak kecokelatan simetris di pipi, dahi, dan atas bibir
  • Linea nigra yang menggelap
  • Bekas jerawat yang menghitam dan bertahan lebih lama
  • Tahi lalat dan area lipatan yang menggelap

Hormon yang menyiapkan kondisinya tidak bisa Mama ubah. Paparan matahari sepenuhnya bisa.

Mineral atau chemical

Sunscreen mineral memakai zinc oxide atau titanium dioxide. Partikelnya bekerja di permukaan kulit dan hampir tidak diserap ke aliran darah, dan karena itu jenis ini paling sering disarankan selama kehamilan.

Sunscreen kimia menyerap sinar UV lalu melepaskannya sebagai panas. Teksturnya lebih ringan dan tidak meninggalkan lapisan putih. Sebagian bahannya, terutama oxybenzone, terdeteksi dalam darah setelah pemakaian dan masih diteliti. FDA meminta data keamanan tambahan untuk beberapa bahan ini, dan sampai datanya lengkap, banyak Mama memilih menghindarinya selama hamil.

Perlu dikatakan dengan jelas: mineral bukan berarti "paling aman" secara mutlak. Ia dipilih karena bekerja di permukaan dan penyerapannya minimal, sementara belum ada bukti bahwa chemical sunscreen membahayakan kehamilan.

Dan sunscreen terbaik adalah yang benar-benar Mama pakai setiap hari. Formula mineral yang terasa berat dan memutih, lalu dilewati tiga hari seminggu, kalah oleh formula yang nyaman dan dipakai konsisten.

Membaca angka pada label

SPF mengukur perlindungan terhadap UVB, penyebab kulit terbakar. SPF 30 menahan sekitar 97% UVB, SPF 50 sekitar 98%. Selisihnya kecil, jadi naik ke angka yang sangat tinggi bukan prioritas.

PA+ sampai PA++++ mengukur perlindungan terhadap UVA: sinar yang menembus lebih dalam, berkaitan dengan penuaan dini dan, yang paling relevan saat hamil, dengan melasma. Untuk kulit Indonesia, PA+++ ke atas lebih berarti daripada menaikkan SPF.

Broad spectrum berarti keduanya tercakup. Tanpa label ini, angka SPF hanya bercerita separuh.

Jumlah dan pengulangan

Ini penyebab paling umum sunscreen tidak bekerja: takarannya kurang.

Untuk wajah, ukurannya sekitar dua ruas jari, telunjuk dan jari tengah. Untuk tubuh, sekitar satu sendok teh per bagian besar seperti lengan atau tungkai. Kebanyakan orang memakai kurang dari separuhnya, dan perlindungan nyatanya jauh di bawah angka pada label.

Ulangi setiap dua jam bila di luar ruangan, dan segera setelah berenang atau berkeringat banyak. Di dalam ruangan dengan jendela besar, sekali di pagi hari umumnya cukup.

Area yang paling sering terlewat: telinga, leher, sisi wajah dekat rambut, dan punggung tangan.

Mitos yang perlu diluruskan

"Kulit sawo matang tidak perlu sunscreen." Melanin memberi perlindungan setara SPF sekitar 13, jauh di bawah anjuran. Dan melasma justru lebih sering terjadi pada kulit yang lebih gelap.

"Mendung berarti aman." Sebagian besar UV menembus awan.

"Sunscreen menghalangi vitamin D." Dalam pemakaian sehari-hari, kadar vitamin D pada pengguna sunscreen tidak berbeda bermakna. Bila kadarnya rendah, jalan keluarnya adalah suplemen, bukan berjemur tanpa perlindungan.

"Makeup dengan SPF sudah cukup." Jumlah yang dipakai jauh di bawah takaran uji. Anggap saja bonus.

"Cukup dipakai saat ke pantai." Paparan harian yang sedikit-sedikit menumpuk, dan itulah yang menggelapkan melasma dari waktu ke waktu.

Kenapa formula 2-in-1 sering lebih berhasil

Rutinitas yang panjang jarang bertahan pada Mama yang lelah. Pelembap yang sekaligus mengandung SPF memangkas satu langkah, dan langkah yang tidak ada tidak bisa dilewatkan.

Untuk kulit hamil yang cenderung kering dan sensitif, formula yang menggabungkan pelembap dengan mineral sunscreen menyelesaikan dua kebutuhan dalam satu produk.

Satu hal yang perlu kami katakan tentang produk kami sendiri: artikel ini menganjurkan SPF 30 atau lebih untuk paparan sinar matahari, dan Daily Protection Face Moisturizer kami ber-SPF 20. Itu cukup untuk aktivitas di dalam ruangan, dan tidak memenuhi anjuran untuk keluar rumah. Untuk itu perlu ditambah sunscreen SPF 30+ yang dioleskan ulang.

Perlindungan yang bukan produk

  • Topi bertepi lebar
  • Berteduh antara pukul 10 dan 14
  • Kacamata hitam
  • Film UV pada kaca mobil, jika sering menyetir

Dan setelah melahirkan

Melasma sering memudar setelah hormon stabil, tetapi mudah kambuh dengan paparan matahari. Kebiasaan sunscreen harian yang dibangun selama hamil adalah hal yang paling berguna untuk dibawa ke masa setelahnya.

Catatan: angka "93% terhidrasi" dan "77% lebih cerah" yang muncul di halaman produk berasal dari survei kepuasan konsumen. Itu laporan kesan pemakai, bukan pengukuran alat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda mineral dan chemical sunscreen?
Mineral sunscreen menggunakan zinc oxide atau titanium dioxide yang bekerja di permukaan kulit. Chemical sunscreen menyerap ke kulit dan mengubah sinar UV menjadi panas. Untuk kehamilan, mineral sunscreen umumnya lebih disukai karena penyerapannya minimal dan lebih kecil kemungkinannya mengiritasi kulit sensitif.
Apakah perlu pakai sunscreen di dalam ruangan?
Perlu bila Mama dekat jendela. UVA menembus kaca dan merupakan pemicu utama melasma serta penuaan dini. UVB, yang menyebabkan kulit terbakar, memang sebagian besar terhalang kaca.
SPF berapa yang cukup untuk sehari-hari?
SPF 30 umumnya dianjurkan untuk aktivitas luar ruangan. Untuk pemakaian harian di dalam ruangan dengan paparan terbatas, SPF lebih rendah dengan perlindungan UVA yang baik, ditandai PA++ atau lebih, sudah membantu, asalkan benar-benar dipakai setiap hari.

Sumber

  • Mama's Choice — 93% membuktikan wajah lebih lembap, 77% lebih cerah

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

Daily Protection Face Moisturizer

Beauty

Daily Protection Face Moisturizer

Rp 134.900

★ 4.9 · 164 ulasan

Gentle Face Wash

Best seller·Beauty

Gentle Face Wash

Rp 96.900Rp 119.000hemat 19%

★ 4.9 · 214 ulasan

Advanced Brightening Serum

Beauty

Advanced Brightening Serum

Rp 174.900Rp 209.000hemat 16%

★ 4.9 · 195 ulasan

Baca juga

Tanya kami