Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Biodegradable Sheet Mask, Solusi Skincare Ramah Lingkungan

Sheet mask biodegradable adalah salah satu langkah nyata mewujudkan skincare yang ramah lingkungan. Yuk simak informasi selengkapnya di sini!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Tangan memegang lembaran sheet mask

Berbagai pilihan produk yang kita gunakan sehari-hari, nyatanya berdampak besar bagi kelestarian lingkungan. Termasuk skincare. Sebagai perempuan masa kini yang cerdas, mari mengenal lebih dekat pilihan skincare yang ramah lingkungan, salah satunya adalah sheet mask biodegradable.

Skincare sebagai Gaya Hidup Perempuan Modern

Seorang wanita, baik ibu rumah tangga maupun wanita karir, tentu ingin punya wajah yang selalu glowing.

Terutama di jaman sekarang, saat polusi udara, sinar matahari, penggunaan kontrasepsi, hingga stres dan kesibukan membuat kulit wajah rentan bermasalah. Sebut saja: berminyak, berjerawat, kering, kusam, penuaan dini dan munculnya melasma (bercak coklat). Belum termasuk gejolak hormon yang khususnya dialami perempuan hamil dan menyusui.

Karena itulah produkskincare hadir sebagai upaya untuk mengembalikan vitalitas dan kecantikan kulit. Rutinitas skincareini dilakukan dengan cara rutin membersihkan, melembapkan, dan menutrisi kulit menggunakan masker.

Artikel: Pilihan Masker Alami untuk Atasi Kulit Kusam Saat Hamil

Perempuan memakai sheet mask saat perawatan wajah

Masker yang Dikenal dalam Dunia Skincare

Ada beragam jenis masker yang sudah kita kenal untuk menutrisi kulit, di antaranya: masker peel off, masker bilas, masker eksfoliasi, dan juga yang terbaru, sheet mask.

Belakangan ini, sheet maskmenjadi salah satu jenis masker yang cukup populer. Hal ini bukannya tanpa alasan. Masker yang dipopulerkan oleh negara Korea Selatan ini dianggap lebih efektif untuk menutrisi wajah karena memiliki lembaran yang berfungsi untuk mencegah cairan serum menguap, sehingga nutrisinya dapat meresap ke kulit dengan lebih baik.

Selain itu, penggunaan sheet masksangat praktis, efisien, dan nyaman. Tak perlu repot-repot pergi ke spa dan mengeluarkan biaya mahal, cukup tempelkan sheet maskselama 20 menit di rumah, kita sudah bisa merasakan efek yang memuaskan pada wajah.

Skincare Mencemari Lingkungan?

Seiring dengan naiknya kepopuleran skincare khususnya sheet mask, masalah pun muncul. Pasalnya, s**heet mask dirancang hanya untuk sekali pakai lalu dibuang. Coba bayangkan, berapa banyak sampah yang dihasilkan dalam setahun kalau kita rajin menggunakan sheet mask?

Tak hanya sampai di situ, pada umumnya sheet mask terbuat dari plastik polimer yang akan terurai menjadi mikroplastik. Mikroplastik kini sudah mencemari laut, dan dalam banyak kasus termakan oleh hewan laut.

Oleh karena itu, beralih ke produk skincare ramah lingkungan, seperti s**heet mask biodegradable bisa menjadi satu langkah awal untuk menunjukkan tanggung jawab kita terhadap lingkungan. Biodegradable adalah produk tersebut dapat terurai sendiri dengan bantuan bakteri.

Sheet mask biodegradable terbuat dari bahan alami seperti kapas, serat kayu halus, veocel, dan hydrogel yang dapat terurai dalam 5 bulan hingga 2 tahun.

Di samping ramah lingkungan, memilih sheet maskdengan kandungan natural tidak kalah penting, terutama bagi para pemilik kulit sensitif, perempuan hamil, dan menyusui. Sebab bahan-bahan sheet mask yang tidak natural seperti parfum dapat mengiritasi kulit.

Ingin punya kulit wajah glowing tanpa merusak lingkungan? Yuk jadi perempuan cerdas dengan mulai menggunakan skincareyang ramah lingkungan. Dengan sheet mask biodegradable, kulit wajah ternutrisi, sampah bumi teratasi!

Artikel terkait: 5 Alasan Beralih ke Skincare Natural

Istilah ini tidak diatur seketat yang banyak dikira, jadi ada baiknya tahu apa yang sebenarnya dijanjikan.

Lembar maskernya yang terurai, bukan kemasannya. Sebagian besar sachet sheet mask tetap berlapis plastik dan alumunium, dan itu tidak terurai.

Bahan yang umum dipakai: serat bambu, cupro dari serat kapas, tencel, dan serat kayu. Semuanya terurai jauh lebih cepat daripada serat sintetis seperti poliester.

Waktu penguraian bergantung kondisi. Terurai berarti terurai bila dibuang di tempat yang tepat, dalam tumpukan kompos, bukan di dalam kantong plastik di tempat pembuangan akhir yang minim oksigen.

Artinya, memilih masker biodegradable memang mengurangi sampah, tetapi tidak sebesar yang tersirat bila kemasannya tetap plastik dan pembuangannya tetap tercampur.

Yang menentukan adalah serum yang meresapinya.

Yang umumnya aman: asam hialuronat, gliserin, niacinamide, panthenol, centella, dan vitamin C.

Yang dianjurkan ditunda: retinol dan turunannya, asam salisilat kadar tinggi, dan produk pencerah yang mengandung hidrokuinon.

Perhatikan juga parfum. Kulit selama kehamilan lebih reaktif, dan aroma yang kuat juga dapat memicu mual pada trimester pertama.

Uji di area kecil pada lengan bagian dalam selama 24 jam sebelum memakainya di wajah.

Cara Memakainya Supaya Tidak Sia-Sia

10 sampai 15 menit sudah cukup. Membiarkannya sampai kering justru menarik kelembapan keluar dari kulit, kebalikan dari tujuannya.

Jangan dibilas setelahnya. Tepuk sisa serum sampai meresap.

Segera pakai pelembap untuk mengunci, dan sunscreen bila di pagi hari.

Dua sampai tiga kali seminggu sudah memadai. Setiap hari tidak menambah manfaat dan pada sebagian orang justru memicu iritasi.

Sisa serum dalam sachet bisa dipakai untuk leher, tangan, atau kaki.

Cara Mengurangi Sampah Perawatan Kulit

Bila tujuannya benar-benar mengurangi dampak, beberapa langkah berpengaruh lebih besar daripada berganti jenis masker.

Habiskan produk sampai selesai sebelum membeli yang baru. Produk yang dibeli lalu ditinggalkan adalah sampah terbesar dalam rutinitas skincare.

Pilih kemasan yang lebih besar daripada beberapa kemasan kecil. Pertimbangkan masker bilas dalam wadah yang bisa didaur ulang. Dan gunakan kain wajah yang bisa dicuci alih-alih kapas sekali pakai.

Membaca Klaim Ramah Lingkungan

Sebagian besar istilah di bagian depan kemasan tidak diatur, sehingga artinya bergantung pada niat produsennya.

"Biodegradable" tanpa keterangan berapa lama dan dalam kondisi apa memberi sedikit informasi. Yang lebih meyakinkan adalah sertifikasi pihak ketiga, atau penjelasan bahan yang spesifik seperti "serat bambu 100%".

"Ramah lingkungan" dan "natural" tidak punya definisi resmi sama sekali.

"Dapat didaur ulang" bergantung pada apakah fasilitas daur ulang di daerah Mama benar-benar menerima jenis plastik tersebut.

Yang bisa dipercaya adalah komposisi yang dicantumkan lengkap, dan nomor izin edar BPOM yang bisa dicek.

Sumber:

getthegloss.com

editorial.femaledaily.com

aafp.org

orgaid.com

Catatan: klaim "terurai dalam 5 bulan sampai 2 tahun" hanya bermakna bila disertai kondisi pengujiannya, di komposter industri, di tanah, atau di air laut memberi hasil yang sangat berbeda, dan tiap bahan berbeda pula. Tanpa data itu, angkanya belum dapat diverifikasi. Untuk durasi pemakaian, ikuti petunjuk pada kemasan produk, bila label menyebut 10–15 menit, itu yang berlaku, bukan angka umum 20 menit. Membiarkan masker sampai mengering justru dapat menarik kelembapan kembali dari kulit. Dan tidak ada produk perawatan yang bisa disebut aman untuk semua orang; hentikan bila kulit terasa perih atau memerah.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami