Pilihan Sampo untuk Kulit Kepala Bayi yang Sensitif
Seperti sabun, memilih sampo untuk kulit kepala bayi sensitif harus hati-hati. Jika salah pilih, Si Kecil bisa alergi. Simak tipsnya di sini!

Seperti halnya sabun, memilih sampo untuk kulit kepala bayi yang sensitif harus ekstra hati-hati. Kalau salah pilih, kulit Si Kecil malah bisa alergi. Yuk simak tips-nya di sini!
Karena sistem imun yang belum sempurna, bayi secara alami memiliki kulit yang lebih sensitif dibanding orang dewasa. Karena itulah sabun dan sampo bayi pun dirancang dengan formula khusus. Namun ada beberapa bayi yang memang lebih sensitif terhadap bahan tertentu dalam sabun atau sampo yang dipakai, sehingga menimbulkan reaksi alergi.
Artikel Terkait: Ciri Ciri Alergi Sabun Mandi Pada Bayi
Ciri-Ciri Kulit Kepala Bayi Sensitif
-
Sering ruam merah, kadang disertai dengan gatal-gatal.
-
Kulit mudah kering.
-
Muncul bintik putih atau jerawat kecil, biasanya di pipi dan hidung.
Kulit sensitif bisa disebabkan faktor genetik. Saat menemukan kondisi ini di kulit Si Kecil, Mama perlu menelusuri apa pemicunya. Yang dapat memicu reaksi alergi pada kulit bayi biasanya gesekan kain atau popok, udara, debu, atau sabun dan sampo yang dipakai.
Apabila reaksi ini muncul setelah mandi, maka bisa jadi kulit bayi Mama sensitif terhadap sabun dan sampo yang sedang digunakan. Mengapa bisa demikian?
Bahan yang Perlu Dihindari dalam Sabun dan Sampo Bayi

Walaupun berlabel khusus bayi, tidak semua produk cocok di kulit Si Kecil. Beberapa produk nyatanya memiliki kandungan yang membahayakan dan memicu alergi, seperti:
1. Paraben dan ftalat
Dilansir dari Kidspot.au, paraben dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal, ruam, serta memperburuk eksim. Keduanya juga dapat diserap tubuh melalui kulit dan dalam jangka waktu lama berpotensi mengganggu kadar hormon estrogen (hormon wanita) dalam tubuh.
2. Pewangi
Menurut Jaringan Kesehatan Lingkungan Anak AS, beberapa bahan pewangi kimia dapat mengiritasi dan menyebabkan dermatitis kontak pada kulit berupa ruam, kemerahan, kering, dan gatal. Selain itu, pewangi yang terhirup bisa meningkatkan risiko gangguan pernapasan bayi.
3. Sulfat (SLS/SLES)
Bahan kimia sulfat, entah SLS maupun SLES juga dapat mengiritasi kulit, mata, mulut, dan paru, serta menghilangkan minyak alami dari lapisan atas kulit sehingga membuat kulit Si Kecil mengelupas dan kering, dilansir dari NCBI.
Tips Memilih Sabun dan Sampo untuk Kulit Bayi Sensitif
1. Bebas kandungan berbahaya
Pilihlah sabun yang bebas paraben, ftalat, pewangi, serta sulfat (SLS/SLES). Lebih baik gunakan sabun dari bahan natural dengan formula yang lembut.
2. Tidak perlu antibakteri
Sabun biasa sudah cukup untuk membersihkan kulit bayi. Sabun bayi dengan antibakteri malah biasanya ditambahkan dengan bahan kimia berbahaya untuk Si Kecil.
3. Pilih sabun dengan level ph yang sesuai
Untuk bayi yang berkulit sensitif, sebaiknya sabun memiliki ph 5,5 karena sesuai dengan kulitnya. Menjaga ph kulit bayi akan sangat membantu mengatasi dan mencegah masalah kulit seperti jerawat bayi, eksim, serta kulit kering.
4. Pastikan belum kadaluarsa saat digunakan
Sabun yang sudah kadaluarsa berpotensi membuat kulit bayi jadi rentan terkena iritasi.
5. Coba dulu
Oleskan sedikit sabun ke lengan Si Kecil terlebih dahulu untuk mengetahui apakah ia sensitif dengan produknya. Kalau tidak muncul reaksi apa pun, berarti sabun itu aman digunakan.
Baca juga: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir dengan Bak Mandi
Sabun & Shampo Bayi untuk Kulit dan Kepala Sensitif
Sabun dan shampo bayi 2in1 yang praktis ini mengandung bahan alami seperti Chamomile, Lavender serta Sugar Maple yang membersihkan rambut dan kulit bayi dari kuman serta kotoran dengan lembut.

Sabun sekaligus sampo ini sangat cocok untuk kulit bayi baru lahir yang sensitif, sebab bebas dari bahan-bahan berbahaya yang telah disebutkan di atas.
Seluruh produk Mama’s Choice sudah mendapat sertifikasi Halal, jadi Mama tidak perlu bingung lagi memilih produk perawatan bayi. Yuk jadikan momen mandi bayi jadi menyenangkan dan bebas iritasi. Semoga informasi ini membantu Mama ya!

Sumber:
Menempatkan Peringatan Bahan pada Porsinya
Beberapa hal yang perlu diluruskan:
Tidak ada bukti bahwa bahan sabun bayi biasa mengganggu pertumbuhan Si Kecil. Yang terbukti adalah bahwa pembersih yang terlalu keras atau dipakai terlalu sering membuat kulit bayi kering dan mudah teriritasi, itu alasan yang cukup untuk memilih formula yang lembut.
Label bebas paraben tidak dengan sendirinya membuat produk lebih aman. FDA menyatakan tidak ada bukti paraben pada kadar kosmetik berbahaya. Pengawet penggantinya pun dapat mengiritasi sebagian orang.
pH 5,5 bukan jaminan kecocokan. Ia satu faktor di antara banyak faktor; yang menentukan tetap keseluruhan formulanya dan reaksi kulit Si Kecil.
"Alami" tidak berarti bebas reaksi. Minyak esensial termasuk pemicu iritasi yang cukup sering pada kulit sensitif.
Yang paling berguna: pakai seperlunya, pilih yang bebas pewangi, dan hentikan bila kulit memerah, kering, atau gatal.
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.