7 Tahap Perubahan Payudara Saat Awal Kehamilan
Selamat Ma, atas kehamilannya! Tentu saat ini Mama banyak mengalami perubahan baru, termasuk perubahan payudara saat hamil.

Selamat Ma, atas kehamilannya! Tentu saat ini Mama banyak mengalami perubahan baru, termasuk perubahan payudara saat hamil. Perlu Mama tahu, akan ada perubahan payudara saat awal kehamilan hingga melahirkan. Yuk ketahui apa saja perubahan payudara trimester pertama hingga jelang persalinan yang akan Mama alami.
7 Perubahan Payudara Saat Hamil
Jika diperhatikan, sejak awal kehamilan Mama akan mengalami perubahan payudara trimester pertama. Bagi new mom, tidak perlu khawatir. Sebab perubahan ini nyata akan terjadi sebagai upaya mendukung pemberian ASI pada Si Kecil nanti.
1. Payudara terasa sakit atau nyeri
Perubahan hormon pada masa kehamilan membuat payudara Mama menjadi lebih sensitif. Menurut Leah Millheiser, M.D., seorang ob/gyn & direktur Program Pengobatan Seksual Wanita di Stanford Health Care, perubahan hormon berpengaruh pada aliran darah di jaringan payudara.
Akibatnya Mama akan merasa sakit atau nyeri untuk beberapa waktu. Sebab payudara yang sensitif ini merupakan perubahan payudara trimester pertama.
2. Bertambah besar
Selama masa kehamilan, kelenjar payudara akan tumbuh untuk menyiapkan produksi ASI untuk Si Kecil. Ini memberi pengaruh terhadap ukuran payudara sehingga menjadi lebih besar.
Namun perubahan ini tidak terjadi pada semua Mama pada masa kehamilan. Ada juga yang ukuran payudara tidak membesar selama masa kehamilan. Payudara yang membesar terkadang menyebabkan stretch mark di area sekitarnya karena kulit yang tertarik dan mengembang dengan cepat.
3. Pembuluh darah vena yang timbul dan terlihat
Jika Mama perhatikan, di bagian luar dekat areola payudara akan muncul garis-garis pembuluh darah vena. Munculnya pembuluh darah ini bukan tanpa alasan. Sebab selama masa kehamilan, volume darah akan meningkat sekitar 50%.
Pembuluh ini akan memperlihatkan pola kebiruan bahkan menonjol pada Mama dengan kulit yang lebih terang.
4. Perubahan pigmen pada areola dan puting
Perubahan pigmen juga akan terjadi pada areola dan puting Mama. Jika awalnya terang, saat hamil areola akan berubah warna menjadi gelap dan terkadang warnanya melebar. Perubahan warna ini dapat terjadi selama trimester kedua dan ketiga kehamilan.
5. Perubahan pada puting
Perubahan payudara yang dapat terjadi selama masa kehamilan juga terjadi pada puting Mama. Sebab puting akan ikut membesar, lebih menonjol daripada biasanya, serta sensitif terhadap sentuhan.
6. Muncul benjolan kecil pada areola
Perubahan selanjutnya yang muncul pada payudara Mama selama masa kehamilan adalah munculnya benjolan kecil di areola. Benjolan kecil ini sebenarnya kelenjar kecil yang disebut juga kelenjar Montgomery.
Tanpa Mama sadari, sebenarnya kelenjar ini sudah ada sebelum kehamilan. Kelenjar ini memiliki manfaat untuk mengeluarkan minyak sebagai pelumas areola dan puting Mama.
7. Keluarnya ASI
Pada trimester ketiga atau menjelang persalinan, tidak jarang payudara Mama sudah mengeluarkan ASI. ASI yang keluar akan berwarna kekuningan dengan tekstur kental. Nah inilah si kolostrum Ma. Kolostrum merupakan ASI dengan kandungan nutrisi paling baik karena kaya akan protein, karbohidrat, serta antibodi untuk Si Kecil
Baca juga: Cara Agar Mama Tetap Tampil Cantik Saat Hamil
Perawatan Payudara Selama Kehamilan
Perubahan yang terjadi ini normal ya Ma, jadi tidak perlu khawatir. Walaupun begitu, Mama juga diperbolehkan untuk melakukan perawatan payudara selama masa kehamilan dengan menggunakan Mama’s Choice Intensive Nipple Cream.
Mama’s Choice Intensive Nipple Cream merupakan krim puting dengan ekstrak kurma yang efektif menenangkan, melembutkan, serta melembapkan kulit puting. Karena terbuat dari bahan alami dan aman, krim ini cocok bagi Mama yang memiliki kulit sensitif.
Selain itu,Mama’s Choice Intensive Nipple Cream ini juga mengandung bahan pelembap lainnya seperti shea butter dan minyak kelapa. Tidak hanya itu, produk ini juga dilengkapi dengan kandungan vitamin E yang dapat membantu proses penyembuhan kulit yang lecet atau pecah-pecah.
–
Itulah perubahan payudara pada saat awal kehamilan maupun trimester pertama. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mengurangi kekhawatiran Mama, ya!
Artikel terkait: Perubahan Kulit pada Ibu hamil & Tips Perawatan
Kapan Setiap Perubahan Biasanya Terjadi
Mengetahui urutannya membuat sebagian kekhawatiran hilang dengan sendirinya.
Minggu 4–6. Nyeri dan sensitif sering menjadi tanda kehamilan paling awal, kadang sebelum tespek positif.
Trimester pertama. Ukuran mulai bertambah, kadang satu sampai dua cup.
Trimester kedua. Areola menggelap dan melebar. Kelenjar Montgomery, bintil kecil di areola, menjadi lebih menonjol; kelenjar ini menghasilkan minyak pelindung, jadi tidak perlu dibersihkan berlebihan.
Trimester kedua akhir sampai ketiga. Kolostrum mulai terbentuk, dan sebagian Mama mendapati cairan kekuningan merembes. Tidak semua Mama mengalaminya, dan tidak mengalaminya bukan tanda ASI akan kurang.
Merawatnya Tanpa Berlebihan
Bra yang tepat lebih berpengaruh daripada produk apa pun. Ukur ulang setiap trimester; ukuran yang benar mengurangi nyeri punggung sekaligus nyeri payudara.
Hindari kawat yang menekan pada trimester akhir, dan pertimbangkan bra tidur bila nyeri mengganggu istirahat.
Cukup air hangat saat mandi. Sabun berbusa banyak di area puting menghilangkan minyak alami yang justru melindunginya menjelang menyusui.
Lembapkan kulit payudara, bukan areola dan puting. Kulit di sini meregang cepat dan gatal sering muncul sebelum stretch mark.
Tidak perlu menggosok puting dengan handuk kasar untuk "menyiapkan" menyusui. Praktik lama ini tidak terbukti membantu dan justru melukai.
Yang Perlu Diperiksakan
Sebagian besar perubahan payudara saat hamil wajar. Yang tidak:
- Benjolan yang menetap dan tidak berubah mengikuti siklus
- Kemerahan yang panas dan nyeri pada satu sisi, terutama disertai demam
- Cairan berdarah dari puting
- Kulit yang menebal berpori seperti kulit jeruk
- Puting yang tertarik ke dalam padahal sebelumnya tidak
Kehamilan tidak membuat seseorang kebal dari masalah payudara lain, dan perubahan hormon justru membuat sebagian benjolan lebih sulit dinilai. Memeriksakannya bukan berlebihan.
Setelah Melahirkan
Payudara membesar lagi pada hari ketiga sampai kelima saat ASI mulai deras, kadang terasa keras dan panas. Menyusui sesering mungkin dan kompres hangat sebelum menyusu membantu.
Ukuran biasanya mulai menetap beberapa bulan setelah menyusui selesai, dan bentuknya sering berbeda dari sebelum hamil. Itu bukan akibat menyusui, kehamilannya sendiri yang mengubah jaringan payudara.
Sumber:
verywellfamily.com
Catatan: puting tidak perlu "dipersiapkan" dengan krim agar siap menyusui. Krim puting berguna untuk merawat kulit yang kering atau lecet, bukan sebagai persiapan wajib. Yang paling menentukan keberhasilan menyusui adalah pelekatan yang baik.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

