Mama, Atasi Sakit Gigi dengan 7 Bahan Alami Ini
Jika mengalami sakit gigi, ibu hamil tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat kecuali yang dianjurkan oleh dokter.

Jika mengalami sakit gigi, ibu hamil tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat kecuali yang dianjurkan oleh dokter. Tapi ternyata, ada banyak obat sakit gigi alami yang bahkan sangat mudah ditemukan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ketujuh bahan alami di bawah ini merupakan rekomendasi dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia, lho. Mama bisa menggunakan beberapa di antaranya untuk meredakan nyeri pada gigi.
Beberapa obat sakit gigi alami menurut rekomendasi para ahli:
1. Cengkeh

Bahan ini bisa kita jumpai di penjual bumbu dapur. Ambil segenggam bunga cengkeh dan sangrai sampai mengering. Tumbuk bunga cengkeh sampai halus dan lumatkan dengan air hingga mengental, lalu masukkan ke bagian gigi yang berlubang.
Rasanya memang sedikit aneh, Ma. Tapi bunga cengkeh cukup ampuh untuk meredakan sakit gigi karena mengandung zat eugenol yang berfungsi sebagai anestesi atau pereda rasa sakit alami.
2. Garam dapur

Dengan zat anti-inflamasi dan anti-bakteri di dalamnya, garam efektif untuk meredakan sakit gigi berlubang. Campurkan 1 sendok teh garam dengan segelas air hangat. Kumur-kumur setelahnya hingga nyeri terasa berkurang. Mudah bukan?
3. Bawang putih

Bawang putih memiliki zat antiseptik alami sehingga dapat melawan bakteri pada mulut dan gigi. Kupas bawang putih lalu haluskan.
Masukkan ke dalam lubang gigi yang sedang sakit dan tutup dengan kapas agar tidak jatuh. Diamkan sekitar 5-7 menit atau sampai rasa nyeri pada gigi menghilang.
Baca juga: Sakit gigi saat hamil, perlukah ke dokter gigi?
4. Asam jawa

Buat tekstur asam jawa menjadi benar-benar halus. Rendam dalam secangkir air sambil diremas-remas.
Lumurkan pada bagian pipi yang bengkak akibat sakit gigi. Asam jawa juga dapat membantu mengurangi bengkak pada pipi.
5. Jahe

Haluskan 1 ruas jahe dan kentalkan dengan air secukupnya. Tempelkan pada bagian pipi yang bengkak akibat sakit gigi hingga rasa nyeri berkurang.
Jahe mengandung zat antibiotik yang dapat membunuh kuman sehingga efektif sebagai obat alami untuk sakit gigi.
6. Es batu

Dilansir dari Web MD****, suhu dingin dari es batu mampu membuat saraf gigi menjadi lebih kebal. Dengan begitu, nyeri berlebihan pada gigi bisa terasa berkurang. Mama bisa mengompres bagian gigi yang nyeri dengan es batu kurang lebih selama 15 menit hingga sakitnya mereda.
7. Daun mint

Sakit gigi umumnya disebabkan karena kuman dan bakteri yang bersarang pada mulut. Hal ini dapat diminimalisir dengan daun mint, yang mengandung antibakteri dan antimikroba.
Mama bisa menghaluskan daun mint untuk diambil ekstraknya dan diminum. Mama juga bisa mengunyahnya langsung, namun rasanya memang sangat pahit.
Alternatif termudah, Mama bisa menemukan kandungan mint pada Mama’s Choice Toothpaste. Dengan formula ekstrak mint, klorofil, allantoin dan siwak, Mama’s Choice Toothpaste efektif mengatasi sakit gigi dan merawat kesehatan mulut.
Hadir dengan formula aman tanpa SLS, tanpa fluoride dan tanpa triclosan, Mama’s Choice Toothpaste tidak akan memberikan efek samping sedikitpun pada kesehatan Mama, janin, serta bayi, jika digunakan selama masa kehamilan hingga menyusui.
Ambil kesempatan untuk men *Selamat menjaga kesehatan gigi, Mama 🙂
Yang Perlu Jujur Disampaikan
Cara-cara di atas, kumur air garam, kompres dingin, dapat memberi kenyamanan sementara. Tetapi tidak satu pun mengobati penyebab sakit gigi, dan pasta gigi maupun jahe dan mint bukan pengobatan untuk gigi berlubang, infeksi, atau abses.
Tidak ada cara rumahan yang "tanpa efek samping" secara mutlak: kumur air garam berlebihan mengiritasi mulut, dan bahan yang ditempelkan langsung ke gusi dapat melukainya.
Sakit gigi saat hamil perlu diperiksakan ke dokter gigi, bukan ditahan sampai melahirkan. Perawatan gigi termasuk penambalan aman dilakukan selama kehamilan, dan infeksi yang dibiarkan justru membawa risiko lebih besar.
Segera periksakan bila muncul bengkak pada wajah atau gusi, demam, nyeri hebat yang mengganggu tidur, atau kesulitan membuka mulut dan menelan.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.