Kulit Berminyak Saat Hamil: Cara Mengendalikannya
Kulit berminyak saat hamil dipicu androgen. Cara mengendalikan minyak tanpa mengeringkan kulit, dan kesalahan yang justru memperparah.

Belum sampai tengah hari, wajah sudah mengilap lagi. Riasan tidak bertahan, dan pori terlihat lebih besar dari biasanya.
Penyebabnya jelas, dan penanganannya hampir selalu keliru arah. Reaksi pertama kebanyakan orang adalah mencuci muka lebih sering, dan itu justru yang membuat minyaknya bertambah.
Kenapa minyak meningkat
Pada kehamilan, terutama trimester pertama, kadar androgen naik. Androgen merangsang kelenjar sebasea, kelenjar bekerja lebih aktif, minyak bertambah. Ini penyebab yang sama di balik jerawat kehamilan, dan itu sebabnya keduanya sering datang bersamaan.
Iklim Indonesia menambah satu lapisan lagi. Kelembapan tinggi membuat minyak terasa menetap di permukaan, bukan menyerap.
Kesalahan yang justru memperparah
Mencuci muka berkali-kali menghilangkan minyak sesaat, lalu kulit membacanya sebagai kekurangan dan memproduksi lebih banyak. Dua kali sehari adalah batasnya. Pembersih bersulfat tinggi memberi sensasi bersih berdecit yang sebenarnya tanda sawar kulit terganggu, dan produk beralkohol tinggi memberi efek kering seketika lalu memantul balik.
Yang paling sering terjadi dan paling kontraproduktif adalah melewatkan pelembap. Kulit berminyak tetap bisa dehidrasi, dan kulit berminyak yang dehidrasi memproduksi minyak lebih banyak lagi.
Kertas minyak sesekali tidak apa. Menyerapnya terus-menerus sepanjang hari memicu produksi ulang.
Rutinitas empat langkah yang cukup
Bersihkan dua kali sehari, tidak lebih. Cari formula bebas sulfat. Busa yang sedikit bukan kekurangan: pembersih tanpa sulfat memang berbusa lebih sedikit dan tetap mengangkat kotoran serta minyak berlebih. Bahan seperti rice extract membersihkan sekaligus menjaga kelembapan.
Tetap pakai pelembap. Pilih tekstur gel atau lotion ringan berlabel non-komedogenik. Melembapkan kulit berminyak terdengar berlawanan, tetapi kulit yang cukup lembap tidak perlu memproduksi minyak berlebih.
Sunscreen setiap pagi. Kehamilan membuat kulit lebih rentan menghitam. Kulit berminyak sering menghindari sunscreen karena terasa lengket, jadi formula yang menggabungkan pelembap dan SPF sekaligus mengurangi jumlah lapisan dan lebih mungkin dipakai konsisten.
Kertas minyak, bukan cuci ulang. Untuk siang hari, tempelkan tanpa digosok.
Kalau Mama ingin menambah satu bahan, niacinamide membantu mengurangi tampilan pori dan mengatur produksi minyak dari waktu ke waktu, dan umumnya dipakai selama kehamilan. Tetapi tidak semua kulit berminyak saat hamil membutuhkan produk khusus. Dan "natural" tidak dengan sendirinya berarti aman; yang menentukan adalah bahannya, kadarnya, dan reaksi kulit Mama.
Bahan yang aman dan yang ditunda
Aman dipakai selama kehamilan:
- Niacinamide, membantu mengurangi produksi minyak dan kemerahan
- Asam azelaik, untuk minyak yang disertai jerawat
- Asam salisilat kadar rendah pada produk bilas, dalam pemakaian terbatas
- Tanah liat sebagai masker sesekali
Yang dianjurkan ditunda sampai selesai menyusui:
- Retinoid dalam segala bentuk, termasuk retinol yang dijual bebas
- Isotretinoin oral
- Asam salisilat dosis tinggi pada peeling di klinik
Riasan untuk kulit berminyak
Alas bedak berbahan dasar air lebih bertahan daripada yang berbahan dasar minyak. Bedak tabur tipis di zona T membantu, tetapi menumpuknya justru membuat tampilan menggumpal di sore hari.
Bersihkan riasan sebelum tidur, tanpa kecuali. Pembersih berbahan minyak atau balm efektif dan tidak membuat kulit tertarik. Minyak melarutkan minyak lebih baik daripada sabun.
Kuas dan spons perlu dicuci mingguan. Ini terdengar sepele sampai Mama menyadari bahwa alat yang kotor memindahkan minyak dan bakteri kembali ke wajah setiap hari.
Yang realistis diharapkan
Bagi banyak Mama, produksi minyak menurun pada trimester kedua saat hormon lebih stabil, dan kembali ke pola semula dalam 3 sampai 6 bulan setelah melahirkan.
Sebagian Mama justru mengalami kebalikannya setelah melahirkan: kulit berubah kering, terutama saat menyusui. Kalau itu terjadi, produk untuk kulit berminyak akan terasa terlalu mengeringkan dan rutinitasnya perlu disesuaikan lagi.
Tujuannya juga bukan menghilangkan minyak sepenuhnya. Minyak adalah bagian dari sawar pelindung kulit, dan kulit yang rusak sawarnya justru memproduksi lebih banyak.
Kapan perlu ke dokter
Temui dokter kulit bila kulit berminyak disertai jerawat nodul yang nyeri, jerawat yang meninggalkan bekas gelap dan tidak memudar, ruam yang tidak membaik, atau perubahan kulit yang muncul tiba-tiba dan menyebar cepat.
Mengobati sendiri dengan produk jerawat biasa berisiko selama kehamilan, karena banyak di antaranya mengandung retinoid.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Kenapa wajah jadi lebih berminyak saat hamil?
- Kadar androgen meningkat, terutama pada trimester pertama, dan androgen merangsang kelenjar sebasea memproduksi lebih banyak minyak. Ini penyebab yang sama di balik jerawat kehamilan.
- Apakah kulit berminyak tetap perlu pelembap?
- Perlu. Kulit yang dikeringkan berlebihan merespons dengan memproduksi lebih banyak minyak. Pilih pelembap ringan yang tidak menyumbat pori, bukan melewatkannya sama sekali.
- Berapa kali sebaiknya mencuci muka?
- Dua kali sehari sudah cukup. Mencuci lebih sering menghilangkan minyak alami dan memicu produksi berlebih sebagai kompensasi.
Sumber
- Mama's Choice — uji konsumen Gentle Face Wash
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.



