Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Kram Perut Saat Hamil, Normalkah?

Kram perut saat hamil sangat sering terjadi. Hal ini merupakan hal yang wajar kok, Ma, sebagai tanda kehamilan Mama memang memberikan reaksi bagi tubuh.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Kram Perut Saat Hamil, Normalkah?

Kram perut saat hamil sangat sering terjadi, dan umumnya wajar, Ma. Tubuh sedang bereaksi terhadap kehamilan. Tak perlu khawatir, kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasi kram perut lewat panduan dari Mama’s Choice berikut ini.

Bagaimana gejala perut kram?

kram perut saat hamil, apakah kontraksi?

Dilansir dari Web MD, am perut saat hamil dialami dalam berbagai macam usia kandungan. Umumnya, kram perut saat hamil terjadi dengan gejala:

  • Nyeri pada perut bagian depan

  • Nyeri dan kencang pada pinggang dan panggul

  • Kembung seperti masuk angin

  • Rasa pegal pada bagian pinggang atau perut

Saat trimester pertama dan kedua, banyak ibu hamil yang khawatir bahwa kram perut menandakan keguguran. Sementara para trimester terakhir, kram perut banyak diasumsikan sebagai kontraksi palsu (braxton hicks).

Sebagian besar kram perut ringan saat hamil memang wajar, biasanya akibat rahim yang membesar dan ligamen yang meregang. Tetapi "kram itu normal" tidak berlaku tanpa syarat, dan yang menentukan adalah usia kehamilan serta gejala yang menyertainya.

Apa saja penyebab kram perut saat hamil?

Apa saja penyebab kram perut saat hamil?

Beberapa penyebab kram perut saat hamil, antara lain adalah:

  • Rahim yang semakin membesar

Semakin bertambah usia kehamilan, semakin besar juga ukuran rahim seseorang. Saat rahim terus membesar, ligamen yang menghubungkan tulang panggul dan rahim akan menjadi lebih longgar sehingga membuat rahim terasa lebih kencang.

  • Posisi rahim yang bergeser

Janin yang sudah mulai aktif di dalam perut seringkali bergerak dan membuat posisi rahim miring ke kanan atau kiri. Akibatnya, ligamen yang tadinya longgar akan mengencang dan menyebabkan kram perut dan kontraksi.

Aliran darah ke rahim yang bertambah untuk perkembangan janin juga bisa memicu kram perut yang berkepanjangan. Ini pun wajar.

  • Kondisi lambung dan perut

Saat hamil, saluran pencernaan akan bekerja lebih lambat mencerna makanan akibat meningkatnya hormon progesteron. Hal ini menyebabkan makanan akan berada lebih lama di usus besar, dan membuat produksi gas alami dalam tubuh menjadi lebih banyak.

Gas yang menumpuk bisa menjalar ke punggung atau dada. Hasilnya kram.

  • Berhubungan seksual

Berhubungan seks saat hamil juga bisa menjadi penyebab kram perut saat hamil. Biasanya, kram perut terjadi setelah orgasme dan diikuti dengan gejala sakit pinggang. Setelah vagina dan rahim berdenyut saat orgasme, otot-otot di sekitar vagina akan mengencang dan mengakibatkan kram perut.

  • Tekanan darah dan pengencangan otot

Ibu hamil yang mengalami dehidrasi akan banyak kehilangan cairan dan elektrolit seperti kalsium, potasium dan magnesium. Dilansir dari **Mayo Clinic,**dehidrasi dapat menyebabkan otot pada bagian perut menjadi lebih kencang dan tekanan darah tidak stabil.

Akibatnya, kram perut terjadi diikuti dengan rasa kelelahan, yang pada dasarnya disebabkan karena dehidrasi. Itulah sebabnya mengapa salah satu cara meringankan kram perut adalah dengan minum air putih dalam jumlah yang banyak.

  • Preeklampsia

Gejala preeklampsia ditandai dengan meningkatnya jumlah protein dalam urin dan tekanan darah tinggi. Gejala ini umumnya terjadi pada trimester kedua dan ketiga. Nyeri pada bagian atas perut juga menjadi salah satu gejalanya, diikuti dengan sesak, muntah, sakit kepala berat, serta bengkak pada wajah, tangan, dan kaki.

Baca juga: Mual saat hamil, apakah berbahaya?

Cara mengatasi perut kram selama kehamilan

Cara mengatasi perut kram selama kehamilan

Adapun 8 langkah efektif untuk meredakan kram perut saat hamil, antara lain:

  • Kompres bagian perut yang kram dengan air hangat.

  • Lakukan gerakan ringan secara rutin untuk mereganggakan otot-otot pada tubuh. Olahraga ringan seperti senam hamil, renang dan yoga bisa menjadi pilihan.

  • Mandi atau berendam dengan air hangat. Lakukan selama 10-15 menit, jangan terlalu lama karena bisa menyebabkan dehidrasi.

  • Hindari gerakan dan beban yang berat.

  • Hindari konsumsi minuman bersoda.

  • Berbaring untuk melancarkan peredaran darah dengan posisi yang berlawanan dari posisi rasa sakit. Misalnya ketika kram perut dirasakan pada bagian kiri, maka posisi tidur diarahkan ke sebelah kanan. Begitu juga sebaliknya.

  • Istirahat yang cukup agar pikiran Mama lebih tenang dan rileks.

Kram yang Perlu Segera Diperiksa

Hubungi bidan atau dokter hari itu juga bila kram disertai salah satu dari ini:

  • Perdarahan atau bercak dari jalan lahir, pada usia kehamilan berapa pun
  • Nyeri hebat, menetap, atau terpusat di satu sisi, terutama pada trimester pertama, karena bisa menandakan kehamilan ektopik
  • Kontraksi teratur sebelum 37 minggu, atau kram yang datang berselang teratur dan makin sering
  • Demam, menggigil, atau keputihan yang berbau
  • Pusing hebat, pingsan, atau jantung berdebar
  • Nyeri saat buang air kecil, atau nyeri di pinggang belakang, bisa menandakan infeksi saluran kemih
  • Cairan merembes dari jalan lahir
  • Gerakan janin berkurang setelah 28 minggu

Nyeri yang tidak mereda dengan istirahat dan perubahan posisi juga perlu diperiksa, tanpa menunggu jadwal kontrol berikutnya.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami