Kiat Tampil Stylish Saat Hamil dan Menyusui
Apapun keadaan Mama, kita pantas lho, memberikan yang terbaik untuk diri sendiri, termasuk soal penampilan yang tercermin dari pakaian.

Kenali beberapa kiat tampil stylish saat hamil dan menyusui di bawah ini, dalam memadupankan pakaian, agar Mama tetap nyaman dengan diri sendiri menjalani dua fase tersebut.
Apapun keadaan Mama, kita pantas lho, memberikan yang terbaik untuk diri sendiri, termasuk soal penampilan yang tercermin dari pakaian. Nah, masalah muncul ketika perut mulai membesar, atau ketika menyusui, mencari atasan yang mempunyai akses menyusui si kecil.
Baca juga: 9 Masalah Kulit Saat Hamil yang Paling Sering Terjadi
Mengapa saya harus tetap memerhatikan penampilan selama hamil & menyusui?
“Yang bertanggung jawab atas kebahagiaan kita, adalah diri sendiri.”
Sering, ya, Mama membaca atau mendengar quote di atas? Sesederhana memantaskan diri dengan menggunakan baju nyaman, namun tetap kece, bisa menjadi “obat mujarab” membahagiakan diri sendiri.
Efeknya bisa dirasakan juga ke si kecil atau ketika menyusui. Tahu dong, Ma, kalau salah satu hormon oksitosin yang bertanggung jawab memproduksi ASI, hanya bisa didapat, jika Mama dalam keadaan bahagia. Salah satunya, memakai baju-baju bagus, yang memunculkan karakter Mama.

Memilih baju hamil & menyusui yang nyaman
1. Jenis bahan yang menyerap keringat
Pastikan baju hamil dan menyusui yang Mama gunakan mempunyai karakter bahan yang menyerap keringat. Sebab selama dua fase ini, metabolisme seorang ibu mengalami perubahan, dan biasanya akan meningkatkan kadar keringat. Jenis kain yang disarankan spandek dan katun.
2. Jenis bahan yang mengikuti bentuk perut dan kaki
Dari trimester ke trimester, perut Mama biasanya akan membesar. Akan lebih baik, Mama memilih baju berbahan tipis atau longgar, agar pembesaran para perut tidak terhambat. Begitu juga dengan celana. Sekarang banyak sekali bermunculan jenis bahan dan model celana yang memungkinkan Mama bergerak bebas, ketika beberapa bagian tubuh mulai membesar.
Baca juga: Gatal-Gatal Saat Hamil? Lakukan 6 Hal Ini untuk Meredakannya
3. Tetap sediakan baju formal
Jangan sampai pas ada momen kondangan, Mama bingung harus pakai baju apa, ya? Sediakan kemeja cantik, agar tetap bisa menyusui, atau gaun model A-line meski perut kian membesar. Soal warna, bisa disesuaikan dengan selera Mama, atau warna gelap seperti hitam atau merah maroon yang mampu menyamarkan kesan “penuh” pada tubuh.
Solusi tampil kece, tanpa harus membeli

Tenang Ma, nggak harus beli kok untuk tampil *proper,*misalnya pergi ke kondangan, yang membutuhkan outfitlebih spesial. Di Style Theory Mama bisa mendapatkan pilihan baju yang nggak terbatas, tanpa membeli, alias menyewa. Mulai dari baju untuk ke kantor, acara-acara spesial hingga casual. Tinggal pintar-pintar memilih model yang bisa dipakai untuk bumil dan busui. Pilihannya lengkap, mulai dari atasan, celana, dress, dan outer.

Ada beberapa paket berlangganan yang bisa Mama pilih, baju untuk ke kantor, acara-acara spesial atau dipakai sehari-hari. Selain itu pakaian Mama bisa diantar juga ke rumah.
Nah, pas banget Ma. Mamas’s Choice an Style Theory lagi kolaborasi. Dengan kode voucher: STXMMC, buruan ya, Ma, hanya sampai 30 September 2020.
–
Ah senang, ya, Ma, kini makin banyak pilihan jasa dan produk yang sangat memudahkan hidup para ibu. Termasuk tentunya Mama’s Choice, selalu berkomitmen menghadirkan produk yang diformulasikan khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Hanya menggunakan kandungan yang aman, halal dan natural. Agar bantu Mama #KurangiWorry di beberapa masalah selama hamil dan menyusui.
Dengan harga terjangkau produk Mama’s Choice selalu melewati riset dan juga uji klinis di Singapura yang bebas dari toksin berbahaya sehingga aman digunakan selain untuk Mama juga untuk seluruh keluarga.
Baju yang Bisa Dipakai Sebelum dan Sesudah Melahirkan
Ini yang paling menghemat, dan yang paling sering terlewat saat belanja.
Atasan berkancing depan atau berkerah menyilang. Muat saat perut membesar, dan langsung bisa dipakai menyusui tanpa membuka seluruh baju.
Dress dengan potongan longgar di bawah dada. Bentuknya mengikuti perut yang membesar lalu tetap jatuh dengan baik setelah melahirkan.
Rok dan celana berpinggang karet. Bisa dinaikkan di atas perut saat hamil, diturunkan setelahnya.
Kardigan dan outer. Menutupi bagian yang terbuka saat menyusui, dan menyatukan tampilan tanpa perlu banyak berpikir.
Yang sebaiknya tidak dibeli banyak: baju hamil yang bentuknya hanya cocok untuk perut besar. Masa pakainya pendek dan berakhir di lemari.
Menyusui di Luar Rumah
Yang membuat percaya diri biasanya tahu bahwa ada jalan keluar bila perlu. Bajunya sendiri nomor dua.
Sistem dua lapis, atasan yang ditarik ke atas dengan tank top di bawahnya, menutupi perut dan punggung sekaligus, dan tidak memerlukan baju khusus.
Apron menyusui berguna bagi sebagian Mama; bagi yang lain justru menarik perhatian. Keduanya sah.
Latih di rumah dulu dengan baju yang akan dipakai keluar. Mengetahui cara membuka dan menutupnya membuat perbedaan besar saat sedang di tempat umum.
Perlu diingat juga: menyusui di tempat umum adalah hak, dan tidak ada kewajiban menutupi diri bila Mama tidak ingin.
Bra: Bagian yang Paling Menentukan
Lebih dari pakaian apa pun, bra yang tepat mengubah bagaimana semua terlihat dan terasa.
Ukur ulang setiap trimester dan sekali lagi sekitar dua minggu setelah ASI stabil. Ukuran berubah beberapa kali, dan bra yang terlalu ketat berkaitan dengan saluran ASI tersumbat.
Hindari kawat yang menekan selama menyusui, terutama pada minggu-minggu awal. Untuk malam hari, bra tidur yang lembut lebih nyaman daripada tidak memakai apa pun bila payudara terasa berat.
Sediakan cukup banyak untuk berganti, karena kebocoran ASI akan terjadi.
Merawat Diri Tanpa Menambah Beban
Rutinitas yang bertahan adalah rutinitas yang pendek. Tiga langkah yang bisa diselesaikan dalam lima menit lebih berguna daripada sepuluh langkah yang ditinggalkan di minggu kedua.
Dan bila Mama merasa tidak nyaman dengan perubahan tubuh sendiri, itu umum dan tidak perlu disembunyikan. Bila perasaan itu menetap dan mengganggu, sampaikan kepada tenaga kesehatan, karena citra tubuh setelah melahirkan berkaitan erat dengan kesehatan mental.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
