Deodoran Saat Hamil: Aman Dipakai, dan Kenapa Justru Penting
Keringat dan bau badan berubah saat hamil karena volume darah naik hampir separuh. Kenapa itu terjadi, dan cara memilih deodoran yang aman.

Mama mengangkat tangan untuk meraih sesuatu di rak atas, dan menciumnya sendiri. Bukan bau yang biasa.
Ini bukan perasaan Mama saja, dan bukan tanda kebersihan yang kurang. Volume darah Mama naik hampir separuh selama kehamilan, dan tubuh harus membuang panas tambahan itu lewat keringat. Ada penjelasannya, dan ada yang bisa dilakukan.
Kenapa Mama lebih banyak berkeringat
Darah yang lebih banyak berarti panas yang lebih banyak harus dibuang, dan cara utama tubuh membuang panas adalah lewat keringat. Laju metabolisme juga meningkat, karena tubuh Mama sedang menjalankan dua pekerjaan sekaligus, dan mesin yang bekerja lebih keras menghasilkan lebih banyak panas.
Hormon ikut mengubah kelenjar keringat itu sendiri. Kelenjar apokrin, yang terletak di ketiak dan lipatan tubuh, menghasilkan keringat yang lebih pekat, dan justru keringat inilah yang diurai bakteri kulit menjadi bau.
Satu hal yang menentukan pilihan produk nanti: keringat sendiri hampir tidak berbau. Bau muncul ketika bakteri di permukaan kulit mengurai komponen di dalamnya.
Kenapa baunya terasa lebih menyengat
Selain produksi keringat yang naik, indra penciuman Mama sendiri menajam saat hamil.
Hiperosmia, istilah untuk penciuman yang menjadi lebih peka, sangat umum pada trimester pertama. Sebagian dari "bau badan yang makin parah" sebenarnya adalah Mama yang mencium apa yang dulu tidak tercium.
Keduanya nyata. Dan keduanya bisa diatasi.
Bedanya deodoran dan antiperspirant
Dua kata ini sering dipakai bergantian, padahal cara kerjanya berbeda.
Deodoran menangani baunya, dengan mengurangi jumlah bakteri di permukaan kulit atau menetralkan bau yang dihasilkannya. Keringat tetap keluar. Antiperspirant mengurangi keringatnya, umumnya dengan garam aluminium yang untuk sementara menyempitkan saluran kelenjar.
Banyak produk menggabungkan keduanya. Kalau masalahnya bau, deodoran sudah cukup. Kalau masalahnya baju basah dan tidak nyaman, barulah fungsi antiperspirant terasa gunanya.
Soal aluminium
Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya lebih tenang daripada yang beredar di media sosial.
Kekhawatiran soal garam aluminium dan risiko kesehatan jangka panjang sudah diteliti berkali-kali, dan badan-badan kesehatan besar sampai hari ini tidak menemukan bukti yang cukup untuk menyatakan hubungan sebab-akibat.
Meski begitu, banyak Mama memilih menghindarinya saat hamil, dengan prinsip sederhana: selama masa ini, kurangi yang memang tidak diperlukan. Itu pilihan yang sah, dan tidak perlu dibela dengan klaim yang berlebihan.
Kalau Mama memilih tanpa aluminium, cari produk yang bekerja pada bakteri penyebab bau, bukan yang sekadar menutupinya dengan parfum.
Kulit ketiak sedang lebih sensitif
Selama hamil, kulit cenderung lebih reaktif. Produk yang dulu aman-aman saja bisa mulai terasa perih, terutama setelah mencukur.
Alkohol berkadar tinggi membuat produk cepat kering, tapi juga menarik kelembapan dari kulit yang sudah tipis di area ini. Parfum pekat adalah salah satu pemicu iritasi paling umum, dan penciuman Mama yang sedang menajam membuatnya terasa dua kali lebih kuat. Baking soda, populer di deodoran "natural", punya pH jauh lebih basa daripada kulit dan cukup sering memicu kemerahan.
Kenapa ketiak menggelap
Banyak Mama baru menyadari ketiaknya menggelap justru saat hamil. Penyebabnya sama dengan yang membuat garis gelap muncul di perut: hormon kehamilan merangsang sel pigmen bekerja lebih aktif, dan area lipatan tubuh paling terpengaruh.
Gesekan dan mencukur menambah beban. Kulit yang berulang kali teriritasi merespons dengan memproduksi lebih banyak pigmen, istilahnya hiperpigmentasi pasca-inflamasi.
Artinya produk yang tidak mengiritasi bukan sekadar soal kenyamanan. Ia ikut menentukan seberapa gelap ketiak Mama menjadi.
Bahan yang sering dicari untuk area ini adalah niacinamide, bentuk vitamin B3 yang dikenal membantu meratakan warna kulit; ekstrak lemon sebagai sumber vitamin C alami; dan Mineral Laut Mati, mineral magnesium yang bekerja pada bau badan dan bukan pada produksi keringat. Ketiganya menyusun formula Dry Serum Deodorant Mama's Choice, yang dirancang untuk kulit ketiak yang sedang lebih sensitif selama kehamilan dan menyusui. Pada polling deodoran natural di komunitas theAsianparent Indonesia, media yang satu grup dengan Mama's Choice namun beroperasi independen, Juni 2022 (n=631), deodoran kami menjadi merek yang paling banyak dipilih dengan 29% suara.
Cara memakainya supaya benar-benar bekerja
Pakai pada kulit yang bersih dan kering. Deodoran pada kulit lembap tidak menempel dengan baik.
Jangan pakai tepat setelah mencukur. Beri jeda beberapa jam. Kulit yang baru dicukur punya luka mikro yang membuat bahan apa pun terasa perih.
Malam hari sebelum tidur juga waktu yang baik, terutama untuk produk yang mengurangi keringat, karena kelenjar keringat paling tidak aktif saat Mama tidur.
Cukur searah pertumbuhan rambut, atau pertimbangkan tidak mencukur sama sekali untuk sementara. Gesekan berkurang, pigmentasi ikut berkurang.
Pilih bahan yang menyerap keringat. Katun jauh lebih membantu daripada bahan sintetis yang rapat.
Kapan sebaiknya berkonsultasi
Sebagian besar perubahan keringat saat hamil normal. Tetapi hubungi tenaga kesehatan bila Mama mengalami:
- Berkeringat sangat berlebihan disertai jantung berdebar, gemetar, atau berat badan turun, yang bisa berkaitan dengan gangguan tiroid dan memang lebih sering muncul saat hamil
- Keringat malam yang berat disertai demam
- Ruam, kemerahan, atau nyeri yang tidak membaik setelah menghentikan produk
Untuk semua yang lain: badan Mama sedang bekerja sangat keras, dan berkeringat lebih banyak adalah tanda mesinnya berjalan sebagaimana mestinya.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apakah deodoran aman digunakan saat hamil?
- Deodoran yang bekerja dengan mengurangi bakteri penyebab bau umumnya aman. Yang perlu diperhatikan adalah kandungannya, hindari produk dengan alkohol tinggi dan parfum kuat yang bisa memicu iritasi pada kulit yang sedang lebih sensitif.
- Kenapa bau badan saya berubah saat hamil?
- Volume darah naik hingga hampir 50% dan laju metabolisme meningkat, sehingga tubuh memproduksi lebih banyak panas dan keringat. Indra penciuman yang menajam saat hamil juga membuat Mama lebih peka terhadap bau yang sebelumnya tidak terasa.
- Kenapa ketiak saya menghitam saat hamil?
- Hormon kehamilan merangsang sel pigmen bekerja lebih aktif di area lipatan tubuh. Gesekan dan mencukur juga memperparahnya. Warnanya biasanya memudar beberapa bulan setelah melahirkan.
- Apakah perlu berhenti memakai deodoran menjelang persalinan?
- Tidak ada anjuran khusus untuk berhenti. Namun bila Mama dijadwalkan operasi, ikuti instruksi rumah sakit soal produk yang boleh dipakai pada hari tindakan.
Sumber
- Polling komunitas theAsianparent Indonesia tentang deodoran natural — Jun 2022 (n=631)
- Mama's Choice — komposisi Dry Serum Deodorant: Dead Sea Mineral, Niacinamide, Lemon Extract
- American College of Obstetricians and Gynecologists — perubahan fisiologis selama kehamilan
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.





