Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Anak 1 Tahun yang Alami

Seperti halnya kita sering mengalami kembung, anak-anak juga mengalaminya, lho! Namun anak belum mengerti dan seringkali hanya bisa menangis.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Bayi dipijat pada bagian perut

Seperti halnya kita sering mengalami kembung, anak-anak juga mengalaminya, lho! Namun anak belum mengerti dan seringkali hanya bisa menangis. Yuk, simak cara mengatasi perut kembung pada anak 1 tahun yang alami!

Apa yang Terjadi saat Anak Sakit Perut?

Perut kembung terjadi ketika perut dipenuhi dengan udara atau gas. Perut rasanya jadi penuh, kencang dan seperti membengkak. Tentunya kembung membuat perut jadi sangat tidak nyaman. Siapa pun bisa mengalami ini, termasuk bayi dan anak-anak.

“Anak-anak tidak punya kemampuan untuk menjelaskan perut kembung. Mereka hanya bisa mengatakan bahwa perut mereka sakit.”, Tamara Duker Freuman, ahli pencernaan, dikutip dari Parents.

Mama tidak perlu khawatir sebab perut kembung wajar terjadi dan dapat pulih tanpa harus ke dokter. Supaya Mama tidak bingung, yuk kenali beberapa penyebab perut kembung dan bagaimana cara mengatasi perut kembung pada anak 1 tahun.

Penyebab Perut Kembung Pada Anak

Berikjut merupakan penyebab perut kembung pada anak Mama. Yuk, simak penjelasannya!

1. Makan sambil banyak bergerak

Ketika anak makan sambil bermain, bukannya duduk di meja, mereka cenderung jadi makan cepat dan menelan semuanya sehingga meningkatkan udara di saluran ususnya.

2. Makan sambil nonton

Fokus nonton film sambil makan membuat anak mengabaikan sinyal tubuhnya ketika ia sudah kenyang, sehingga anak jadi makan berlebihan.

3. Konsumsi makanan tertentu

Beberapa makanan bisa membuat gas berlebih dalam tubuh seperti kacang-kacangan, brokoli, dan kembang kol. Atau bisa juga Si Kecil punya sensitivitas terhadap makanan tertentu yang membuatnya jadi kembung.

4. Intoleransi laktosa

Anak dengan intoleransi laktosa tidak mampu untuk mencerna gula alami dalam susu dengan baik, biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja.

Ibu hamil jangan makan manis berlebihan! Hati-hati diabetes dan kadar gula darah tinggi.

5. Sembelit

Kadang-kadang Si Kecil kesulitan atau menahan diri untuk tidak buang air besar. Hal ini memicu kembung pada perut.

6. Sistem pencernaan sedang berkembang

Tubuh balita belum dapat menyerap makanan dan minuman manis dengan sempurna. Akhirnya makanan itu berakhir di usus besarnya dan difermentasi oleh bakteri sehingga menyebabkan gas dalam perut.

Baca juga: Jangan Panik, Ini Cara Menurunkan Demam pada Bayi

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Anak

Perut kembung dapat diatasi sendiri tanpa perlu ke dokter. Berikut ini beberapa cara alami mengatasi perut kembung pada anak 1 tahun:

1. Atur menu makanan dan minuman

Kurangi terlalu banyak memberi makan yang membuat Si Kecil kembung. Batasi juga gula karena dapat memicu gas dalam perut. Kalau anak memiliki intoleransi laktosa, hindari makanan dan minuman yang mengandung susu seperti keju.

2. Fokus saat makan

Bujuk anak untuk duduk diam saat makan dan tidak sambil nonton. Mama bisa memberikan beberapa potong makanan untuk ia makan sendiri sambil belajar mengeksplorasi rasa dan tekstur makanan.

3. Sering-sering menyendawakan anak

Gendong ia di dada, lalu tepuk-tepuk punggungnya secara perlahan hingga ia bersendawa. Lakukan ini beberapa kali dalam sehari supaya udara dalam perut anak bisa keluar.

4. Kompres air hangat

Berikan handuk hangat atau botol hangat ke perut si kecil supaya ia merasa nyaman dan perlahan-lahan udara bisa keluar dari tubuhnya.

5. Berikan pijatan

Anak yang sedang kembung biasanya akan lebih rewel. Berikanlah pijatan lembut supaya ia merasa rileks. Gerakkan kakinya maju mundur seperti sedang mengayuh sepeda. Lebih baik lagi kalau Mama memijat Si Kecil dengan tummy oil yang aman untuk bayi.

Ketiganya ampuh meredakan gangguan pencernaan dan perut kembung pada anak lho, Ma!

Jadi bayi bisa tenang setelah diolesi tummy oil ini, Mama pun tidak perlu khawatir karena bahannya aman untuk Si Kecil.

Walau perut kembung dapat diatasi sendiri, tapi segera hubungi dokter kalau disertai kondisi seperti ini:

  • Anak tampak tidak berenergi, bergerak lebih sedikit dari biasanya.

  • Anak muntah cairan berwarna hijau atau kuning.

  • Ada darah di tinjanya.

  • Anak menangis lebih dari dua jam.

  • Perut anak nampak buncit dan menimbulkan rasa sakit.

Itu dia cara alami mengatasi perut kembung. Semoga bermanfaat dan bisa membantu si Kecil kembali bermain dengan riang ya, Ma!

Mama’s Choice Baby Hair and Body Wash, sampo bayi

Artikel terkait: Jenis Minyak yang Baik untuk Perut Kembung Bayi

Kembung Tidak Selalu Soal Gas

Gas memang salah satu penyebab, tetapi bukan satu-satunya. Pada anak, kembung juga bisa berkaitan dengan konstipasi, yang justru paling sering terlewat, intoleransi makanan tertentu, atau gangguan pencernaan lain.

Jadi sebelum mencari cara "mengeluarkan angin", periksa dulu pola buang air besarnya. Anak yang jarang BAB, tinjanya keras, atau kesakitan saat BAB kemungkinan besar kembung karena sembelit, dan itu penanganannya berbeda.

Soal serat: serat penting, tetapi menambahkannya terlalu cepat dan terlalu banyak justru bisa memperparah kembung. Tambahkan bertahap, dan pastikan asupan cairannya ikut naik.

Soal diet eliminasi: jangan buru-buru menghentikan susu atau makanan tertentu tanpa indikasi. Tidak semua anak yang kembung mengalami intoleransi makanan, dan menghilangkan kelompok makanan tanpa arahan justru berisiko mengurangi asupan gizinya. Bila Mama curiga ada pemicunya, catat apa yang dimakan dan gejalanya, lalu bicarakan dengan dokter.

Untuk Bayi

Perut yang sedikit menonjol setelah menyusu adalah hal yang normal pada bayi, apalagi bila ia tetap aktif dan nyaman.

Yang perlu diperiksakan adalah bila perutnya menjadi bengkak dan keras, terutama bila disertai muntah, tidak buang air besar, tidak mau minum, atau bayi tampak lemas.

Sumber:

babycenter.com

healthy.kaiserpermanente.org

parents.com

webmd.com

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami