Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Kanker Serviks & Cara Mencegahnya

Setiap perempuan harus memperhatikan kesehatan serviksnya. WHO menyebut bahwa kanker serviks merupakan kanker terbanyak keempat yang dialami perempuan di dunia.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Kenali Kanker Serviks & Cara Mencegahnya!

Setiap perempuan harus memperhatikan kesehatan serviksnya. WHO menyebut bahwa kanker serviks merupakan kanker terbanyak keempat yang dialami perempuan di dunia. Pada tahun 2020 saja, tercatat ada 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian. Kabar yang lebih baik: kanker serviks termasuk kanker yang paling bisa dicegah, dan sebagian besar pencegahannya ada dalam kendali Mama sendiri.

Kenali Apa itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang tumbuh di leher rahim. Posisi leher rahim berada persis di bawah rahim, terhubung dengan vagina.

Hampir semua kasus kanker serviks (99%) disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), yaitu virus yang sangat umum ditularkan melalui hubungan seksual., WHO

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker serviks. Mulai dari faktor keturunan, usia (40 tahun ke atas), kebiasaan merokok, kurang konsumsi sayur dan buah, hamil di usia muda, hingga kondisi medis khusus seperti infeksi klamida.

Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Spekulum di tangan bersarung untuk pemeriksaan pap smear

Semakin cepat kanker serviks terdeteksi, maka semakin besar pula peluangnya untuk bisa sembuh. Jadi, Mama perlu mengetahui beberapa cara mendeteksi kanker serviks berikut ini.

  • Pap smear: ini adalah cara paling umum yaitu dengan mengambil sampel dari permukaan leher rahim di dalam vagina, kemudian diperiksa di laboratorium.

  • Kolposkopi: yaitu pemeriksaan menyeluruh pada leher rahim dengan menggunakan mikroskop khusus yaitu kolposkop.

  • Biopsi: merupakan tindakan pengambilan sampel jaringan serviks dengan memakai alat tajam.

  • Kuretase endoserviks: menggunakan alat khusus berbentuk sendok kecil (disebut kuret) untuk mengikis sampel jaringan dari serviks.

10 Cara Menurunkan Risiko Kanker Serviks

Satu hal yang perlu jelas sejak awal, karena kedua hal ini sering disamakan:

  • Vaksinasi HPV mencegah infeksi yang menjadi penyebab hampir semua kanker serviks. Ini pencegahan yang sebenarnya.
  • Skrining, pap smear dan tes HPV, tidak mencegah kanker. Skrining menemukan perubahan sel prakanker sejak dini, saat masih mudah ditangani. Itu yang membuatnya menyelamatkan nyawa.

Keduanya saling melengkapi, dan yang sudah divaksin tetap perlu skrining rutin. Poin-poin lain di bawah menurunkan risiko, tetapi tidak menggantikan dua hal ini.

1. Vaksin HPV

vaksin hpv

Segeralah lakukan vaksin HPV sedini mungkin, bahkan sebelum aktif secara seksual. Menurut WHO, minimnya pemberian vaksin HPV adalah salah satu penyebab meningkatnya penderita kanker serviks di negara berkembang.

2. Berhenti merokok

Menurut American Cancer Society, perempuan yang merokok dua kali lebih berisiko terkena kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak merokok. Zat yang terkandung dalam rokok dipercaya dapat merusak sel dan berkontribusi pada perkembangan kanker serviks.

3. Hindari gonta-ganti pasangan seks

Sering berganti pasangan seks dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, salah satunya adalah infeksi HPV alias kanker serviks.

4. Terapkan pola makan sehat

4. Terapkan pola makan sehat

Perbanyaklah mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah buahan. Selain itu, hindari juga “makanan sampah” misalnya berbagai produk olahan termasuk mi instan.

5. Rutin jalani pemeriksaan pap smear

Skrining dimulai pada usia 21 tahun. Acuan yang umum dipakai: pap smear setiap 3 tahun untuk usia 21–29, dan mulai usia 30 boleh pap smear tiap 3 tahun, tes HPV tiap 5 tahun, atau keduanya bersama tiap 5 tahun.

Interval ini berlaku untuk hasil yang normal. Hasil yang tidak normal tidak berarti kanker, tetapi harus ditindaklanjuti sesuai arahan dokter, bisa berupa pemeriksaan ulang lebih cepat, tes HPV, atau kolposkopi. Begitu pula keluhan seperti perdarahan di luar haid, perdarahan setelah berhubungan, atau keputihan yang tidak biasa: itu perlu diperiksa, tanpa menunggu jadwal skrining berikutnya.

6. Kelola stress dengan baik

Stres yang berkepanjangan memperburuk kondisi tubuh secara umum, termasuk daya tahannya. Mengelolanya bukan hal sepele, dan bukan sesuatu yang perlu Mama lakukan sendirian.

7. Jaga berat badan ideal dengan olahraga

Dua orang melakukan gerakan plank di atas matras yoga

Tidak harus memiliki badan seksi seperti gitar Spanyol, tapi setidaknya rajinlah berolahraga supaya terhindar dari obesitas. Pilihlah aktivitas fisik yang menyenangkan seperti zumba supaya Mama lebih termotivasi untuk menjaga berat badan ideal.

8. Banyak baca literatur kesehatan

Cara mencegah kanker serviks lainnya adalah dengan rajin mencari tahu tentang penyakit ini. Sebab sewaktu-waktu bisa saja ada penelitian terkini terkait kanker serviks yang penting untuk diketahui semua perempuan.

9. Konsultasikan penggunaan kontrasepsi

American Cancer Society mencatat bahwa penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lama berpotensi meningkatkan risiko kanker serviks. Jadi ada baiknya Mama konsultasi dulu ke dokter sebelum memilih mau menggunakan kontrasepsi jenis apa.

10. Menjaga kebersihan area intim

Area intim yang bersih akan menurunkan risiko Mama terkena infeksi apa pun, termasuk HPV. Jadi, rajin-rajinlah membersihkan Miss V Mama, tapi dengan produk yang tepat seperti Mama’s Choice Refreshing Feminine Wash. Ini adalah sabun pembersih kewanitaan yang khusus dirancang untuk ibu hamil, sehingga aman dipakai oleh siapa saja.

[feminine wash, pembersih kewanitaan](https://shopee.co.id/universal-link/product/145504671/23504860289?400** ecommerce button -resize

Sabun pembersih khusus ini mengandung kombinasi bahan alami yang efektif menjaga kebersihan vagina Mama.

  • Organic green tea, sebagai antibakteri alami.

  • Lotus, berfungsi cegah iritasi, gatal dan bau tak sedap.

  • Prebiotik, untuk jaga kelembapan dan keseimbangan bakteri baik.

Produk ini sudah terbukti efektif menyehatkan area kewanitaan dalam satu minggu. Berdasarkan survey pelanggan, 90% Mama merasa rasa gatal berkurang. Selain itu 80% Mama juga mengaku bau tak sedap menurun. Bahkan 60% Mama juga puas karena keputihan berkurang.

Tidak heran, Mama’s Choice Refreshing Feminine Wash dapat bekerja maksimal karena mengandung bahan alami dan bebas toksin sehingga sangat aman untuk ibu hamil. Perlu ditegaskan: pembersih kewanitaan menjaga kebersihan area luar, dan tidak mencegah maupun mengobati kanker serviks. Yang mencegahnya adalah vaksinasi HPV dan pemeriksaan rutin.

Itu dia berbagai cara mencegah kanker serviks yang bisa Mama terapkan. Sebarkan juga info ini ke sahabat perempuan Mama yang lain ya!

Sumber:

Cervical cancer. (2023, November 17). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer

Cervical cancer. (2019, December 2). https://www.who.int/health-topics/cervical-cancer#tab=tab_1

Cervical Cancer Risk Factors | Risk Factors for Cervical Cancer. (n.d.). American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/types/cervical-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html

Cervical Cancer Screening. (n.d.). ACOG. https://www.acog.org/womens-health/faqs/Cervical-Cancer-Screening?utm_source=redirect&utm_medium=web&utm_campaign=otn

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

1 juta+ terjualRefreshing Feminine Wash

Best seller·Hygiene & Feminine Care

Refreshing Feminine Wash

Rp 63.000

★ 4.9 · 94 ulasan

Baca juga

Tanya kami