Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Waspadai Baby Blues Pasca Melahirkan

Faktanya, baby blues bisa menyerang siapa saja, bahkan datangnya…. tiba-tiba! Tapi tenang, hal ini bisa dicegah!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Mama berdiri di jendela dengan cangkir, bayi tidur di boks di belakangnya

Faktanya, baby blues bisa menyerang siapa saja, bahkan datangnya…. tiba-tiba! Baby blues adalah salah satu masalah pasca melahirkan yang memerlukan penanganan khusus. Tapi tenang, hal ini bisa dicegah!

Baby blues adalah hal yang wajib Mama waspadai

Kehadiran baby blues seringkali tidak disadari. Untuk itu Mama wajib membaca artikel ini.

Baby bluesadalah perubahan suasana hati yang ekstrim setelah melahirkan bayi. Sindrom baby blues adalah salah satu gejala munculnya depresi. Baby bluesumumnya terjadi hingga waktu dua minggu pasca melahirkan. Jika depresi dan stres akut berlanjut lebih dari itu, kondisi tersebut telah berubah menjadi kondisi parah yang disebut postpartum depression.

Apakah saya harus ke dokter?

Jika Mama merasa kondisi psikis Mama tidak lagi bisa diajak kompromi, Mama bisa pergi ke dokter atau psikiater untuk menceritakan segala ketakutan serta kekhawatiran Mama. Jangan lupa, minta juga pendampingan dari pasangan atau kerabat terdekat ya, Ma.

Mengapa baby blues bisa terjadi?

Penyebab baby blues yang paling umum diketahui adalah perubahan hormon yang menurun drastis pasca melahirkan.

Penurunan hormon bisa terjadi selama kehamilan yang menyebabkan perubahan kimia di otak yang bisa menyebabkan depresi. Di sisi lain, perubahan kondisi pun bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Penyesuaian diri terhadap rutinitas yang berubah setelah kelahiran diketahui bisa memengaruhinya mulai dari perubahan emosi saat kelahiran bayi, perubahan jam istirahat, serta pengalaman persalinan, Ma.

Belum lagi, ada juga faktor lingkungan yang menyebabkan Mama cenderung lebih sensitif. Rasanya setiap orang yang hadir di dekat kita tidak sepenuhnya peduli, ya, Ma. Tapi jangan khawatir, Mama tidak sendirian menghadapi hal ini!

**Penelitian menyebutkan, 70-80% ibu mengalami perasaan negatif yang bisa memicu depresi. 

Apakah saya mengalami baby blues?

Kenali gejala baby blues di bawah ini untuk mengecek apakah Mama mengalaminya atau tidak. Gejala baby blues berikut ini juga bisa terjadi lebih awal beberapa minggu sebelum hari persalinan tiba. Adapun beberapa gejala baby blues yang umumnya terjadi antara lain:

  • Sering menangis tanpa ada alasan yang jelas.

  • Merasa sangat lelah.

  • Mengalami kesedihan dan kegelisahan.

  • Sifat menjadi lebih cepat marah.

  • Perubahan suasana hati yang sangat cepat, misalnya satu menit Mama bangga akan peran sebagai ibu baru. Lalu Mama menangis karena merasa tidak sanggup melakukannya.

  • Mengalami konsentrasi yang buruk.

  • Insomnia bahkan ketika bayi sudah tertidur.

Lamanya kondisi ini terjadi pada setiap ibu bisa berbeda-beda. Ada yang mengalaminya beberapa menit atau jam setiap harinya atau lebih lama. Namun biasanya kondisi ini bisa membaik dalam 14 hari setelah melahirkan.  Jika Mama mengalami salah satu diantara gejala yang disebutkan, segera cari pertolongan! Ceritakan keresahan dan kekhawatiran Mama dengan pasangan atau kerabat terdekat untuk mendapatkan ketenangan.

Cara mencegah dan mengatasi baby blues

Selain mencari bantuan profesional dari dokter atau psikiater, Mama bisa melakukan tips di bawah ini agar baby blues tidak terjadi pada diri Mama.

1. Utarakan emosi dengan baik

Jika Mama termasuk extrovert, biasanya Mama akan mudah bercerita dengan orang. Carilah orang kepercayaan untuk mendengarkan keluh kesah Mama dan yang Mama percaya bisa memberikan saran terbaik untuk perjalanan Mama sebagai seorang ibu. Umumnya, para Mama yang tergolong introvert lebih sulit mengungkapkan perasaan ke orang lain. Mama bisa menulis jurnal harian untuk mengutarakan emosi yang mengendap di dalam diri Mama. Usahakan, Papa juga turut mengetahui hal ini, ya. Bagaimanapun, Papa adalah sumber semangat pertama dalam menyambut kehadiran si buah hati. Setuju, Ma? 🙂

2. Sadari keterbatasan diri

Tidak ada ibu yang bisa secara sempurna melakukan berbagai tugas, begitu pun Mama. Sebagai ibu baru maupun yang sudah berpengalaman, kesalahan dan kekurangan pasti ada. Terimalah setiap kekurangan dan kelebihan yang Mama miliki sebagai seorang ibu. Komunikasikan dengan pasangan pun menjadi hal yang penting untuk meringankan beban mental.

3. Penuhi kebutuhan dan informasi seputar parenting

Menjalankan peran baru sebagai orang tua akan membuat Papa dan Mama selalu belajar. Tak ada salahnya untuk rutin mengikuti kelas prenatal, serta membaca berbagai referensi mengenai parenting. Dengan merasa cukup terhadap apa yang Mama butuhkan, hal ini juga bisa mencegah terjadinya depresi berlebihan atau baby blues.

4. Lakukan rutinitas yang menyeimbangkan hidup sehat

Rutinitas harian atau mingguan seperti olahraga, yoga, atau berjalan kaki di pagi hari sangat mendukung kesehatan Mama. Selain tubuh bisa menjadi lebih bugar, hal ini juga terbukti dapat mengurangi risiko baby blues setelah melahirkan nanti, lho.

5. Pastikan punya waktu me time rutin

Baby blues adalah kondisi yang ditakutkan oleh ibu hamil. Namun, Mama tidak akan memikirkannya jika Mama memiliki me time yang Mama biasakan sejak awal kehamilan! Waktu me time bagi setiap orang mungkin berbeda-beda, tergantung kenyamanan Mama menjalaninya. Yang terpenting, lakukan me time untuk memastikan kesehatan mental dan psikis Mama tetap terjaga. Tidur yang cukup, pastikan ikut terlelap saat bayi tidur. Jangan sampai Mama kurang tidur saat menyusui karena hal ini tentu akan memengaruhi produksi ASI Mama.

Produk minyak pijat alami yang aman untuk ibu hamil dan menyusui ini efektif untuk meningkatkan mood dan kualitas tidur melalui pijat dan aromaterapi.

Kandungannya 100% natural, terbuat dari bahan-bahan alami seperti lavender oil, grapefruit oildan *orange oil.*Pasti terbayang kan, aromanya yang lembut serta segar?

Sudah teruji keamanannya, sudah pasti kehalalannya, dan sudah terjamin kualitas bahan alaminya!

Tertarik mencoba? Klik bannerkarena ada diskon hingga 40% dan gratis pengiriman ke seluruh Indonesia!*

Referensi: American Pregnancy, WebMD

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami