7 Hal yang Jarang Orang Bicarakan Seputar Menyusui
Tujuh hal seputar menyusui yang jarang dibicarakan, dari ukuran bra sampai nyeri yang tidak seharusnya dianggap wajar, dan cara donor ASI yang aman.

Perjalanan Mama saat menyusui tentulah tidak selalu menyenangkan. Tentunya, banyak tantangan dan pengorbanan yang harus Mama tempuh demi memberikan ASI terbaik untuk sang buah hati.
Akan ada banyak usaha yang Mama lakukan untuk mempersiapkan masa-masa ini, terutama menggali informasi seputar ASI baik dari internet maupun buku. Tapi tahukah Mama, ternyata ada banyak realita yang harus Mama ketahui seputar menyusui.
7 Hal yang Perlu Mama Ketahui Tentang Menyusui
Entah karena dianggap tabu atau aneh untuk diperbincangkan, tapi beberapa hal ini merupakan hal yang umum dialami oleh para Mama. Berikut beberapa masalah menyusui yang tidak banyak orang bicarakan. Mama wajib banget tahu nih!
1. Say Good Bye Sementara Untuk Baju Kesayangan Mama

Mama punya baju favorit yang jadi andalan saat pergi ke pesta? Jika iya dan baju tersebut tidak busui friendly sepertinya harus disimpan dulu deh, Ma. Mama sudah harus berkorban untuk membeli baju dengan cutting yang sesuai untuk ibu menyusui.
2. Ukuran Bra Bisa Berubah
Ukuran payudara bisa berubah sepanjang masa kehamilan dan menyusui, meski tidak selalu berubah setiap minggu, dan setiap Mama berbeda. Karena itu sebaiknya tidak membeli bra dalam satu ukuran sekaligus dalam jumlah banyak. Ukur ulang sesekali, terutama di beberapa minggu pertama setelah melahirkan ketika perubahannya biasanya paling terasa.
3. Kebutuhan Kalori Naik, Tapi Angkanya Berbeda-beda

Menyusui memang menambah kebutuhan energi Mama, tetapi berapa tambahannya berbeda-beda, tergantung berat badan sebelum hamil, tingkat aktivitas, dan seberapa banyak ASI yang diproduksi. Karena itu angka tertentu, termasuk "di atas 1.800 kalori per hari", tidak berlaku untuk semua Mama dan sebaiknya tidak dijadikan patokan tunggal.
Yang lebih berguna: makan teratur, cukup cairan, dan tidak menjalani diet ketat selama menyusui. Kalau Mama ingin target yang sesuai dengan kondisi sendiri, tanyakan ke dokter atau ahli gizi.
4. Sedia Bra Pad
Untuk Mama yang kebanjiran ASI, bra pad bisa jadi penyelamat penampilan Mama disaat harus menghadiri acara penting. Kini tersedia bra pad sekali pakai dan ada yang bisa di cuci ulang, tinggal pilih sesuai kebutuhan Mama.
Baca juga: Cara Melakukan Pelekatan Menyusui yang Benar
5. Kadang Menyakitkan: Tapi Tidak Seharusnya Dibiarkan

Tidak sedikit Mama yang merasakan menyusui itu menyakitkan, dan tidak semua mau mengatakannya kepada sesama Mama.
Tetapi rasa sakit sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian normal dari menyusui. Sensitif di hari-hari pertama memang umum. Nyeri yang menetap atau berat, apalagi disertai puting lecet, retak, atau berdarah, biasanya menandakan pelekatan yang perlu diperbaiki, dan itu perlu diperiksa oleh konselor laktasi, bidan, atau dokter. Menahannya tidak membuat keadaan membaik.
6. Terkait dengan Risiko Penyakit Jantung yang Lebih Rendah
Menyusui dikaitkan dengan risiko beberapa penyakit kronis yang lebih rendah pada Mama di kemudian hari.
Meta-analisis terhadap 8 studi dan 1.192.700 perempuan yang diterbitkan di Journal of the American Heart Association (Tschiderer dkk., 2022) menemukan bahwa perempuan yang pernah menyusui memiliki risiko penyakit kardiovaskular sekitar 11% lebih rendah, penyakit jantung koroner 14% lebih rendah, dan stroke 12% lebih rendah dibandingkan yang tidak pernah menyusui.
Ini adalah hubungan, bukan sebab-akibat yang terbukti, dan bukan berarti Mama yang tidak menyusui pasti berisiko lebih tinggi. Banyak faktor lain ikut berperan.
7. ASI Dapat Didonasikan

Kabar baik untuk Mama yang berkelimpahan ASI: ASI dapat didonasikan.
Satu hal penting soal caranya. Donasi ASI sebaiknya melalui bank ASI resmi atau program donor yang diawasi tenaga kesehatan, karena di sana pendonor disaring, ASI dipasteurisasi, dan penyimpanannya terjaga. ASI yang dipertukarkan langsung lewat media sosial tidak melalui proses itu, sehingga berisiko menularkan infeksi ke bayi penerima. Tanyakan ke rumah sakit atau tenaga kesehatan tempat Mama memeriksakan diri.
Sudah tahu kan Ma, ternyata banyak ya fakta menarik seputar menyusui yang jarang dibicarakan. Bagaimanapun kondisi Mama saat ini, pastikan Mama selalu nyaman saat menyusui. Pilihlah produk terbaik untuk perawatan payudara Mama.
Mama’s Choice Intensive Nipple Cream-i.145504671.7118355572?utm_source=brands-website&utm_medium=seller&utm_campaign=s145504671_SS_ID_OTHR_alwayson-article-onweb&utm_content=article-fakta-menyusui) hadir untuk menemani masa-masa indah Mama saat menyusui. Terbuat dari 100% bahan alami seperti ekstrak kurma, minyak kelapa, dan sheabutter yang dapat memberi kelembaban serta kenyamanan di area puting Mama. Jangan khawatir puting perih, Ma. Karena Mama’s Choice Intensive Nipple Cream sudah teruji klinis tidak menimbulkan efek alergi.
Kelebihan lainnya, formula Mama’s Choice Intensive Nipple Cream-i.145504671.7118355572?utm_source=brands-website&utm_medium=seller&utm_campaign=s145504671_SS_ID_OTHR_alwayson-article-onweb&utm_content=article-fakta-menyusui) tidak perlu dibilas dan formulanya food grade. Sehingga aman jika tertelan.
Bersertifikasi HALAL, sehingga Mama bisa memakainya dengan tenang.
Yang Juga Jarang Dibicarakan
Haus yang datang tiba-tiba. Banyak Mama baru menyadari rasa haus justru saat bayi mulai menyusu. Siapkan segelas air di dekat kursi menyusui sebelum mulai.
Kontraksi rahim saat menyusui. Pada minggu-minggu pertama, hormon oksitosin yang memicu ASI juga membuat rahim berkontraksi. Rasanya seperti kram haid, dan itu tanda rahim sedang kembali ke ukuran semula.
Let-down bisa terasa aneh. Sebagian Mama merasakan geli, hangat, atau justru sensasi tidak nyaman singkat ketika ASI mulai mengalir. Sebagian lain tidak merasakan apa-apa.
Bocor di waktu yang tidak diinginkan. Mendengar bayi lain menangis bisa memicunya. Breast pad menyelesaikan sebagian besar masalah ini.
Menyusui bisa membuat mengantuk. Oksitosin memang menenangkan. Kalau Mama sering tertidur saat menyusui, pastikan posisinya aman.
Nyeri seharusnya tidak menetap. Puting terasa sensitif di awal itu umum. Nyeri tajam yang berlanjut sepanjang menyusu tidak, biasanya soal pelekatan, dan itu bisa diperbaiki.
Pelekatan Memperbaiki Banyak Masalah
Sebagian besar keluhan menyusui berujung pada pelekatan yang kurang dalam.
Tandanya baik: mulut bayi terbuka lebar, bibir bawah terlipat keluar, dagu menempel ke payudara, lebih banyak areola bagian bawah yang masuk, dan Mama mendengar suara menelan, bukan bunyi cecapan.
Tandanya perlu diperbaiki: nyeri tajam, puting keluar dalam bentuk pipih atau miring seperti ujung lipstik, bayi menyusu sangat lama tetapi tetap tidak puas, atau bunyi klik saat menyusu.
Kalau perlu melepas, masukkan jari kelingking bersih ke sudut mulut bayi untuk memutus isapan lebih dulu, menarik langsung adalah penyebab lecet yang paling sering.
Cara Tahu Bayi Cukup ASI
Ini kekhawatiran terbesar, dan payudara tidak punya takaran.
Yang bisa dipantau: popok basah, enam atau lebih dalam sehari setelah hari kelima; pola buang air besar yang berubah kuning pada minggu pertama; berat badan yang naik sesuai kurva setelah turun sedikit di hari-hari awal; dan bayi yang tenang setelah sebagian besar sesi menyusu.
Yang bukan ukuran: berapa lama bayi menyusu, seberapa penuh payudara terasa, dan berapa banyak ASI yang keluar saat dipompa. Pompa tidak seefektif bayi dalam mengeluarkan ASI.
Kapan Mencari Bantuan
Hubungi konselor laktasi atau tenaga kesehatan bila nyeri tidak membaik dalam beberapa hari, muncul demam disertai payudara merah dan panas, berat badan bayi tidak kembali ke berat lahir pada minggu kedua, atau popok basah kurang dari enam sehari.
Sebagian besar masalah menyusui bisa diperbaiki, dan lebih mudah diperbaiki lebih awal.
-i.145504671.7118355572?utm_source=brands-website&utm_medium=seller&utm_campaign=s145504671_SS_ID_OTHR_alwayson-article-onweb&utm_content=article-fakta-menyusui)
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
